Namun tidak dengan Kate Middleton, calon Ratu Inggris, yang sepertinya enggan membagi kehidupan pribadinya menjadi konsumsi publik.
Sejak menikah dengan Pangeran William pada tahun 2011, Kate terlihat sangat paham bagaimana menjadi putri di era modern: berpakaian dengan indah, tersenyum dengan cantik dan menjauhi hal-hal yang berbau kontroversi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sosok Kate memang telah berhasil membuat banyak orang tertarik lagi dengan drama keluarga Kerajaan Inggris.
Kate memang sangat populer. Sebuah survei dari ComRess memaparkan data pada 7-8 April 2015 kalau 78 orang dari berbagai kelas ekonomi sangat mencintainya.
Di peringkat kedua ada William, ketiga Pangeran Harry, keempat Ratu Elizabeth dan kelima adalah Pangeran Charles.
Pencitraan Kate yang membumi mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap Kerajaan Inggris yang imejnya telah hancur pada tahun 1990-an ketika Pangeran Charles bercerai dengan mendiang Putri Diana.
Ditambah lagi saat Diana tewas dalam kecelakaan mobil pada tahun 1997.
Kate memang hampir menyerupai Diana dalam hal pencitraan, namun ia memiliki sifat keputrian yang berbeda.
"Diana terlihat tangguh, namun Kate terlihat bisa mengontrol situasi," kata penulis buku Hilary Mantel.
Hubungan Kate dan William juga terasa berbeda dengan hubungan mertuanya.
Jika Charles dan Diana dijodohkan, Kate dan William memiliki hubungan percintaan yang manis.
Namun ketakutan akan perceraian dan drama seperti yang dialami Diana tetap membayangi Kate.
Atas alasan tersebut Kate memutuskan untuk membatasi media menyorot kehidupan pribadinya.
Kehidupan memang tidak ada yang sempurna, apalagi kehidupan kerajaan.
(ard/ard)