Antusias, mereka mengikuti arahan konduktor dan menggerakkan angklung dengan teknik kurulung, centok, tengkep, sinambung. Hingga lagu We Are the World, juga Ibu Pertiwi dan Padamu Negeri yang mereka bawakan pun mengalun indah.
Terbuat dari bilah bambu, angklung sangat populer di Tanah Pasundan. Bentuk dan cara memainkan instrumen bernada ganda ini pernah disinggung Jonathan Rigg dalam Dictionary of the Sunda Language yang diterbitkan di Batavia, pada 1862.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara yang digelar untuk mendukung Peringatan Ke-60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Kota Kembang ini dihadiri Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, juga Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.
Aksi musikal massal ini pun dicatat Museum Rekor Dunia Indonesia, dan disaksikan Guinness World Records. “Ini bukan hanya rekor Indonesia, tapi dunia,” kata Wakil Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia Oscar Semesta Susilo.
"Angklung ini temanya kebersamaan, tidak pernah angklung dimainkan sendirian,” Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menambahkan. “Angklung ini alat musik lambang kebersaman. Kebersamaan itu adalah kebersamaan Asia Afrika.” (vga/vga)