Tak hanya korban jiwa, salah satu bangunan bersejarah juga ikut hancur total. Bangunan ini adalah Dharahara atau yang dikenal dengan menara Bhimsen. Dharahara dibangun pada tahun 1832 dengan tinggi hampir 63 meter. Biasanya digunakan untuk melihat panorama lembah Kathmandu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum gempa tahun 1934 di Kathamdu Dharahara adalah satu dari dua menara yang dibangun Bhimsen. Menara pertama dibangun delapan tahun sebelumnya, yakni pada tahun 1824 lebih tinggi dari Dharahara dengan ketinggian 11 lantai.
Pada tanggal 15 Januari 1934, menara pertama habis oleh guncangan gempa bumi. Dharahara juga sempat rusak, tapi segera direnovasi oleh Perdana Menteri saat itu, Juddha Shumsher. Sejak itu menara Ratu Lalit Tripura Sundari diganti nama menjadi Menara Bhimsen.
Dharahara memiliki sembilan lantai, dan berada di pus at Sundhara di Kathmandu. Dharahara dibangun oleh Perdana Menteri Nepal yang memimpin saat itu, Bhimsen Thapa. Tak heran jika menara ini juga disebut Menara Bhimsen. Menara ini sudah diakui UNESCO sebagai bagian dari peninggalan sejarah berupa arsitektur di Kathmandu.
Menara itu memiliki tangga spiral yang terdiri dari 213 anak tangga. Masing-masing dari delapan lantainya memiliki balkon untuk mengonservsi dan tempat memandang panorama lembah Kathmandu.