Salah satunya adalah Guy Pearce, aktor dan musisi asal Australia. Bintang Iron Man 3 itu menyebut nama Jokowi sebagai "President Widodo" saat mencuitkan perasaannya tentang warga Australia yang dieksekusi mati. "Really? You are going to kill our boys, are you President Widodo? That's the world we live in, is it? I am sorry, what century are you in, brother?" tulisnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Kekecewaan yang sama diungkapkan band The Temper Trap. Beberapa jam sebelum eksekusi mati, mereka mengunggah cuitan di Twitter yang juga menyebut nama Jokowi. Mereka mengatakan dengan tegas, darah akan ada di tangan Jokowi jika benar mengeksekusi mati duo Bali Nine.
[Gambas:Twitter]
The Temper Trap menyatakan keprihatinannya, karena sampai menjelang akhir hayat duo Bali Nine tidak juga diberi keadilan. Menurutnya, itu terbukti dari penolakan Indonesia menyediakan penasihat spiritual yang diminta Andrew dan Myuran menjelang dieksekusi.
[Gambas:Twitter]
Sebelumnya, Februari lalu The Temper Trap sudah pernah meminta Jokowi membatalkan keputusan eksekusi matinya. Melalui Twitter mereka menolak keputusan itu. The Temper Trap bahkan mengunggah video ke YouTube yang berisi tentang anak-anak muda melawan putusan mati.
[Gambas:Twitter]
Bukan hanya musisi dan aktor, seniman asal Australia, Ben Quilty juga menghujat Jokowi. Melalui Facebook Quilty menyatakan, keputusan Jokowi mengeksekusi dua saudaranya, Andrew dan Myuran bisa saja membunuh imajinasi mereka, tapi takkan mematikan kenangan yang ada.
Keluarga, sahabat, dan semua orang yang pernah dikenal Andrew dan Myuran akan tetap mengenang mereka. Quilty sendiri berjanji menentang keputusan hukuman mati seumur hidupnya kelak.
(rsa/vga)