Dangdut Indonesia Gairahkan Karnaval Budaya Terbesar di Eropa

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Kamis, 30/04/2015 15:19 WIB
Dangdut Indonesia Gairahkan Karnaval Budaya Terbesar di Eropa Pedangdut Indonesia akan ada yang diajak ke Jerman untuk Ufferfest. (ANTARA FOTO/Julius Wiyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada 28 Agustus mendatang, karnaval terbesar di Eropa menampilkan Indonesia sebagai bintang utama. Ufferfest, festival itu merupakan rangkaian dari Frankfurt Book Fair 2015, di mana Indonesia menjadi tamu kehormatan.

Frankfurt Book Fair 2015 sendiri digelar pada 13-18 Oktober, kurang dari enam bulan lagi.

Slamet Rahardjo sebagai Ketua Komite Pertunjukan, Pameran, dan Seminar berjanji akan membuat panggung Indonesia hidup pada momen itu. Sebab, itu bukan momen biasa. Pengunjungnya bisa mencapai tiga juta orang. Tiga ratus kamera televisi Eropa menyorotnya.


Slamet menekankan, pada momen itu, semua menjadi penampil. "Siapa pun, apa pun, di mana pun, kalau berani tampil namanya performance. Jadi semua harus mewakili Indonesia," kata Slamet saat dijumpai di Galeri Nasional, Kamis (30/4). Ia melanjutkan, semua yang terlontar melalui loudspeaker harus berbahasa Indonesia.

Termasuk lagu-lagu yang nantinya ditampilkan. Oleh karena itu, Slamet menggandeng beberapa musisi yang memang sangat Indonesia. "Ada Dwiki Dharmawan, Kuaetnika bersama Djaduk Ferianto, serta Gandrung Banyuwangi. Lagu-lagu lain seperti Sajojo pun diperdengarkan.

"Tanggal 28 itu opening, mulai jam lima. Saat itulah semua kamera menyorot ke satu panggung, yaitu Indonesia," ujar Slamet. Sampai dua hari kemudian, mulai sekitar pukul 11 siang hingga sembilan malam ia masih menyetel lagu-lagu diiringi tari tradisional, seperti Papua.

Di atas pukul sembilan malam, Slamet membocorkan ia menyiapkan sesuatu yang spesial. "Jam 11 sampai sembilan malam itu hiburan kita memberikan informasi tentang etnikal grup kita yang begitu kaya. Tapi kalau sudah jam sembilan, mulai bau bir," ujarnya.

Slamet berencana menghidupkan kembali adrenalin pengunjung lewat musik khas Indonesia: dangdut. "Jago-jago lho pedangdut kita. Siapa bilang dangdut kita norak? Enggak bos!" ucap bintang Pendekar Tongkat Emas itu.

Namun, hingga kini Slamet belum menentukan siapa kelompok dangdut yang akan dibawanya ke sana. Ditanya soal dangdut modern yang identik dengan goyangan seperti "Goyang Ngebor" dan sebagainya, Slamet menyangkal itu yang ia maksud. Ia ingin dangdut yang lebih "klasik".

"Pak Goenawan (Goenawan Mohammad, Ketua Komite untuk Frankfurt Book Fair 2015) meminta saya menyatukan dangdut dan orkes melayu. Karena kita kan orang Melayu," ucap Slamet. Ia merasa tidak masalah dengan itu, namun belum menemukan kelompok yang bisa menyatukannya.

"Pokoknya ada langgam, irama melayu, juga dangdut. Siapanya, saya belum bisa bilang," katanya. Slamet harus memilih dengan bijak, karena masing-masing pedangdut saling mengklaim dirinya lebih bagus dari yang lain. Slamet ingin dangdut itu nantinya akan merepresentasikan Indonesia.

"Ketika Brasil jadi tamu utama, dia menggoyang dengan samba. Jangan kaget, nanti dangdut Indonesia akan mengguncang Eropa!" ucap Slamet.

(rsa/vga)


ARTIKEL TERKAIT