Cuitan itu disusul surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo yang ditayangkan ibu Kirana Cipta Montana itu via akun Facebook-nya. Secara tegas, Anggun yang sudah berganti kewarganegaraan menjadi warga Perancis itu menolak hukuman mati.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sontak surat terbuka dari Anggun tersebut, juga cuitan yang menyertainya, mendapat reaksi keras dari banyak pihak. Tidak sedikit yang ‘terbakar’ emosi dan menghujatnya.
Reaksi keras berbagai pihak semakin menjadi-jadi. Lini masa akun media sosial penyanyi bersuara seksi ini pun dikepung hujatan sekaligus dukungan dan ucapan selamat ulang tahun.
Sekilas pelantun Snow in the Sahara ini tampak bersuka cita menerima ucapan selamat ulang tahun dari kerabat dan sahabatnya. Tapi agaknya Anggun gerah juga dengan hujatan yang diterimanya.
Sekali lagi, ia melayangkan surat terbuka, pada Sabtu (2/5). Kali ini, ditujukan kepada masyarakat Indonesia. “Belakangan ini ada kontroversi tentang opini saya mengenai hukuman mati…”
“Saya ingin hukuman yang setimpal dan seberat-beratnya kepada para kriminal. … Tetapi saya juga menolak hukuman mati karena tidak manusiawi dan tidak berhasil membasmikan kejahatan.”
Lagi-lagi, surat Anggun menyulut beragam reaksi. Pemilik akun Ahmad Rules berkomentar, “Seperti inilah seharusnya isi surat yg kemarin.. Ini adalah klarifikasi yg sangat baik dan benar.”
Lainnya, menyatakan ketidaksetujuan, seperti pemilik akun Zheng Wei Fong yang menyatakan, “I’m totally disagree with ur statements… Sorry. Death penalty must be applied in Indonesia.”
Sejauh ini, belum ada reaksi lanjutan dari Anggun. Setidaknya ia berlega hati, karena surat yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia ini dalam beberapa jam disukai hampir lima ribu orang. (vga/utw)