Ia bahkan masih tampil di televisi meski dari atas ranjang di rumahnya.
Namun sebelum menerima dengan lapang dada, Pepeng mengalami pergulatan batin luar biasa. Charles Gozali, sutradara Finding Srimulat yang juga salah satu kawan dekat Pepeng, menceritakan salah satu pergulatan batin itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, ia harus didera sakit luar biasa.
"Yang sakit itu kalau tiga sampai empat kumat bareng," ujar Charles lagi, menggambarkan. "Terapi yang diderita Pepeng sakitnya lebih dari itu. Luar biasa," ujarnya menambahkan.
Pada titik itu, Pepeng menyerah. Meski terapi akupunktur bisa membuatnya mungkin bisa berjalan lagi seperti sedia kala, Pepeng memilih berhenti. Ia menikmati kondisinya. Tidak lagi mengeluh, meski terkadang masih bertanya-tanya pada Tuhan: "Why me?"
Pepeng bisa membalik keadaan, dari terpuruk menjadi penuh semangat. Dan itulah yang dikenang dari sosoknya. Itu yang tetap akan abadi dalam kenangan kerabat dan sahabatnya, meski Pepeng telah tutup usia pukul 10.05 WIB pagi ini (6/5) di Rumah Sakit Puri Cinere.
(rsa/vga)