AADC merupakan salah satu film terlaris dalam sejarah perfilman Indonesia dan dianggap sebagai penanda bangkitnya dunia perfilman Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mira mengatakan, ide film AADC sukses ia garap bersama Riri Riza, Jujur Pranonto, Prima Rusdi, Rako Prijanto dan Rudy Soedjarwo.
Mira mengaku banyak mendapat berbagai tawaran untuk membuat kelanjutan dari kisah Cinta dan Rangga. Mulai dari pembuatan film sekuel hingga tawaran untuk membeli lisensi AADC untuk dijadikan berbagai karya.
Mira sangat selektif menanggapi tawaran-tawaran tersebut. Ia tidak ingin AADC jadi salah kaprah akibat penyelewengan hak cipta.
Pada akhirnya beberapa tawaran beli lisensi AADC berhasil menggoda Mira. Tercatat, roh AADC hadir sudah dalam beberapa bentuk. Mulai dari buku skenario, serial televisi sebanyak 200 episode, novel adaptasi dalam bahasa Jepang serta iklan sebuah jejaring sosial baru-baru ini.
"Yang jelas semua itu hasilnya sangat lumayan," kata Mira sembari tertawa malu.
Meskipun AADC sudah banyak mendulang pundi-pundi uang, rupanya masih ada ganjalan dalam hati Mira mengenai soundtrack-nya disusun duet musisi Anto Hoed dan Melly Goeslaw.
Mira menceritakan proses terjadinya album soundtrack yang belum memiliki tandingannya di Indonesia tersebut.
Mira banyak berdiskusi dengan Anto dan Melly terkait dengan pengisian soundtrack film. Mira memiliki keinginan untuk membuat album yang utuh, artinya seluruh lagu yang digunakan dalam AADC mengambil dari album tersebut.
Skenario pun dibaca oleh Anto dan Melly, yang akhirnya mencipta 11 lagu laris di pasaran, seperti Ada Apa Dengan Cinta?, Ku Bahagia, Tentang Seseorang, Denting, dan Ku Bahagia.
Namun Mira malah menyerahkan hak cipta album tersebut kepada label rekaman yang menaungi Anto dan Melly, Aquarius Musikindo.
"Itu keputusan yang saya sesali. Demi ratusan juta untuk biaya produksi, hak cipta lagu itu dilepas begitu saja," kata Mira.
"Namun saya rasa Anto dan Melly adalah seniman sejati dan itu semua sudah beres. Hak eksploitasi lagu ada di Aquarius, dan untuk film ada di saya," lanjutnya.
Mira juga dihantui penyesalan mengapa tidak "mengeksploitasi" AADC melalui merchandise.
"Saya yakin jika saat itu juga saya buat merchandise AADC, pasti akan laris. Sampai sekarang masih banyak yang nanya. Tapi saya bingung ingin beri lisensi atau produksi sendiri," katanya.
Poster film Ada Apa Dengan Cinta.(Dok. Miles) |
Mencoba peruntungan
Setelah AADC, Mira mencoba peruntungan dengan memproduksi film aksi, Pendekar Tongkat Emas (PTE). Dengan berbekal pengalaman dari AADC, Mira sempat berekspektasi lebih dengan kesuksesan film ini.
Namun sayang, pasar tidak menempatkan PTE sesukses AADC dan Mira tampaknya sudah ikhlas akan hal tersebut. Ia kini lebih memfokuskan mendorong peruntungan PTE dalam bentuk games, marchandise, komik, dan buku.
Saat ini, Mira bersiap memproduksi AADC 2 yang merupakan sekuel dari kisah Cinta dan Rangga. Dalam bocorannya, Mira mengisyaratkan akan kembali menggandeng para pemain lama.
Apakah kali ini Mira akan mendulang kesuksesan AADC kembali? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
[Gambas:Youtube]
(ard/ard)
Poster film Ada Apa Dengan Cinta.(Dok. Miles)