Amel langsung membantah anggapan itu. "Inisial AA itu bukan aku, mungkin artis lain kan banyak yang namanya inisial AA," tulis Amel di akun Twitter pribadinya. Amel juga mengaku tidak di kantor polisi. Sementara itu, AA memang tak ditahan, baru dijadikan saksi saja.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anwar, sekarang siapa saja bisa mengaku dan disebut artis. "Baru main film atau sinetron, mungkin masih sekali dua kali itu pun peran pembantu, sudah menobatkan diri sebagai artis," katanya. Padahal bagi Anwar, mereka sama sekali belum pantas disebut artis.
Menurut mantan ketua Persatuan Artis Sinetron Indonesia itu, artis tidak mungkin menjual diri. Sebab, gaji mereka sudah cukup tinggi.
"Apalagi kalau stripping. Satu episode saja mereka sudah bisa dapat Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Sudah kaya. Ngapain cari orang, jual diri?" ujarnya melanjutkan. Sinetron stripping, artinya syuting setiap hari dan langsung ditayangkan pada hari yang sama.
Menurut Obbie, mucikari yang ditangkap polisi bersama AA, mengaku "anak buah"-nya dibayar Rp 80 juta hingga Rp 200 juta sekali sewa. Bagi Anwar, uang itu biasa saja untuk ukuran artis.
"Apalagi mereka terkenal, takut kalau diomongin. Sekarang laki-laki itu kalau sudah 'pakai' pasti ngoceh. Apalagi sama artis."
Kalau pun AA adalah artis, lanjut Anwar, ia pasti tidak terkenal dan tak punya pekerjaan pasti yang membanggakan. "Kalau wara-wiri di depan restoran lalu masuk TV, itu bukan artis. Jelas merasa tercoreng saya," ucapnya tegas.
(rsa/vga)