"Setelah dirawat di Bandung, sempat kondisinya berangsur baik," kata Nabila Masyiana sembari terisak. "Mungkin Allah lebih sayang sama Bapak," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Tanah Air, Nabila mengaku kesehatan sang Ayah sempat membaik dan masih bisa bercanda dengan keluarga, bahkan Didi sempat pergi ke Bandung untuk terapi kesehatan sekaligus urusan pekerjaan.
Dihubungi oleh CNN Indonesia melalui pesan singkat, Nabila mengatakan kalau sang bapak meninggal di pelukan ibunya. Ia tidak mendapat pesan apa-apa, namun sempat ada pertanda aneh sebelum bapaknya berpulang seusai salat Subuh.
"Saat itu alarm mobil bunyi sendiri, tapi enggak lama mati," kata Nabila, yang juga kuliah di tempat sang bapak mengajar, Institut Kesenian Jakarta.
"Bapak sepertinya sangat capek ketika di Milan, seakan bekerja sendirian. Asam lambungnya memang sering muncul kalau stres," lanjutnya.
Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Bambu Apus Nomor 76, Tangerang Selatan dan direncanakan akan dimakamkan selepas salat jumat di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Jenazah Didi Petet di rumah duka. (Dok. Febrina Rahma Pratiwi) |
Jenazah Didi Petet di rumah duka. (Dok. Febrina Rahma Pratiwi)