Penilaian itu disambut baik oleh ketua panitia Panasonic Gobel Awards, Wendy Sofyan. Ditemui di kantornya, kawasan Cawang, Jakarta, Rabu (20/5) Wendy mengatakan, PGA memilih lembaga survei berkualitas untuk menentukan nomine.
Salah satu contohnya, PGA tidak pernah memasukkan program acara yang mengeksploitasi seks. "Dari semua rapat yang saya ikuti dengan tim verifikasi, cenderung data dari Nielsen ini yang kita pakai. Yang dinominasikan tidak menyimpang dari kebiasaan di masyarakat. Kita tidak pernah memasukkan progam yang horror atau mengeksplor seks," ujar Wendy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masyarakat kemudian diberi kesempatan memilih tontonan favoritnya dengan mengirim pesan singkat maupun dukungan di Twitter. Wendy mengatakan, dengan begitu pemenang PGA benar-benar merupakan kesukaan masyarakat kini.
Namun Wendy mengatakan, pelaku industri televisi harus mulai berani memilih lembaga survei alternatif. Dengan begitu, hasilnya akan maksimal dan fair. Di negara lain, kata Wendy, ada variasi dan pilihan alternatif untuk lembaga survei. Selama hal ini tak berubah, menurut Wendy industri televisi dan acara penghargaan pun tak akan berubah.
"Kecuali penilaiannya kita ubah, jadi bukan pilihan favorit pemirsa, tapi ada satu komite dengan jumlah tertentu, kita vote di situ. Ini yang dilakukan oleh Oscar. Kita sedang memikirkan ke arah sana, tapi belum effort kesitu," ujar Wendy menuturkan.
(rsa/rsa)