Lebih dari itu, penampilan perempuan bernama asli Sumarti ini juga trendi dan centil. Wajahnya dipoles riasan. Leher dan jemarinya dihiasi aksesori berukuran besar.
Saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini, Titiek menyatakan kesukaannya pada perhiasan, terutama cincin berbatu mulia, seperti jade atau giok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Barang saya murah-murah,” ujarnya. Menurut Titek, daripada menghamburkan uang untuk bermewah-mewah, lebih baik uangnya digunakan untuk mengurusi anak-anak.
Sejak 2014, Titiek melatih kesepuluh personel DC menyanyi, menari dan akting. Mereka diseleksi dari sekitar 100-an remaja yang mendaftar secara online. “Bertemu anak muda, saya ketularan muda,” Titiek berseloroh.
Bukan hanya pergaulan saja yang membuat Titiek awet muda. Pola hidup dan pola makan yang dijalani selama ini juga berperan membuat tubuhnya senantiasa segar bugar.
Kesukaan pada hal yang natural juga berlaku untuk perawatan tubuh. Biasanya dilakukan sendiri di rumah. “Saya orang alam. Obat saya: obat alam.”
Titiek menceritakan pengalamannya dirawat di rumah sakit di Singapura selama 2,5 bulan untuk mengenyahkan kanker rahim. Pengalaman itu membuatnya menyesal.
“Sakit banget. Sakit luar biasa,” kata Titiek. Lalu, ia memilih bermeditasi. “Sejak kecil, saya memang biasa ngobrol sama Tuhan.” Kesehatannya pun pulih. Tubuhnya bersih dari kanker.
Kini, sekalipun sering mendapat tawaran untuk melakukan perawatan tubuh di klinik yang memiliki peralatan canggih, Titiek menolak. “Ya, nuwun sewu, saya pilih yang alami saja.” (vga/vga)