"Kisah ini masih diangkat dari kisah nyata tentang seseorang, tetapi bukan tentang saya," kata Andrea ketika meluncurkan bukunya di Gramedia Matraman, baru-baru ini.
Novel Ayah sebenarnya telah ditulis Andrea sejak enam tahun lalu. Namun karena kesibukannya sebagai penerima beasiswa dan harus melakukan riset mendalam, Ayah pun tertunda mengisi ruang imajinasi para pembaca.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andrea tak ingin terus terbayangi kesuksesan Laskar Pelangi. Ia menjanjikan perbedaan mendasar dalam novel Ayah. Ia mencoba membuat twist dalam cara penuturan yang biasanya linear. Selain itu, karakter dalam novel Ayah juga lebih banyak ketimbang Laskar Pelangi.
Novel itu bercerita tentang betapa besar cinta ayah, yang diwakili sosok Sabari, kepada anaknya, Zorro. Ia ingin melewatkan setiap waktu bersamanya, memeluk dan menciuminya.
Sejak Jumat pekan lalu, novel Ayah sudah bisa didapat di toko-toko buku di Indonesia. Ia akan menambah koleksi Anda setelah delapan novel Andrea sebelumnya, yaitu Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan, Cinta di dalam Gelas, Sebelas Patriot, dan Laskar Pelangi Song Book.
(rsa/rsa)