Ayah, Hasil Penantian Panjang Andrea Hirata

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Senin, 01/06/2015 19:01 WIB
Ayah, Hasil Penantian Panjang Andrea Hirata Andrea Hirata menjanjikan perbedaan mendasar dalam novel Ayah. (CNNIndonesia/Vega Probo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Andrea Hirata kembali mengisi rak buku dengan novel baru: Ayah. Buku yang muncul setelah kehampaan karya putra Belitung selama empat tahun terakhir ini merupakan novel ke-sembilan yang ia tulis. Andrea populer sejak novel pertamanya, Laskar Pelangi melejit, pada 2005.

"Kisah ini masih diangkat dari kisah nyata tentang seseorang, tetapi bukan tentang saya," kata Andrea ketika meluncurkan bukunya di Gramedia Matraman, baru-baru ini.

Novel Ayah sebenarnya telah ditulis Andrea sejak enam tahun lalu. Namun karena kesibukannya sebagai penerima beasiswa dan harus melakukan riset mendalam, Ayah pun tertunda mengisi ruang imajinasi para pembaca.


Setelah bertahun-tahun digarap, Ayah akhirnya hadir. Andrea masih setia pada kekuatan bertuturnya seperti dalam tetralogi Laskar Pelangi. Penulis berusia 38 tahun itu menambahkannya dengan riset dan eksperimen, untuk memperkaya detail serta alur cerita.

Andrea tak ingin terus terbayangi kesuksesan Laskar Pelangi. Ia menjanjikan perbedaan mendasar dalam novel Ayah. Ia mencoba membuat twist dalam cara penuturan yang biasanya linear. Selain itu, karakter dalam novel Ayah juga lebih banyak ketimbang Laskar Pelangi.

"Tapi saya tetap mengambil nilai budaya di dalamnya, dan tetap berlatar Belitung. Saya ingin menunjukkan identitas asal saya," kata Andrea penggagas Museum Kata Andrea Hirata, museum sastra pertama di Indonesia itu.

Novel itu bercerita tentang betapa besar cinta ayah, yang diwakili sosok Sabari, kepada anaknya, Zorro. Ia ingin melewatkan setiap waktu bersamanya, memeluk dan menciuminya.

Sejak Jumat pekan lalu, novel Ayah sudah bisa didapat di toko-toko buku di Indonesia. Ia akan menambah koleksi Anda setelah delapan novel Andrea sebelumnya, yaitu Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan, Cinta di dalam Gelas, Sebelas Patriot, dan Laskar Pelangi Song Book.

(rsa/rsa)


ARTIKEL TERKAIT