Begitulah penampilan barunya yang menghiasi sampul depan Majalah Vanity Fair edisi terbaru, lengkap dengan judul yang mengejutkan “Call Me Caitlyn.” Tanpa berlama-lama, Jenner segera mencuitkan transformasi dirinya via Twitter, kemarin (1/6).
Foto ayu Jenner dibuat oleh fotografer ternama Annie Leibovitz. Saat Vanity Fair menampilkan secara online foto yang mendampingi artikel tentang perubahan Bruce Jenner menjadi Caitlyn Jenner ini (1/6), sontak dunia maya dan nyata dipenuhi kasak-kusuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Pada April lalu, transgender berusia 65 tahun ini menyatakan secara blak-blakan soal transisi dirinya kepada Diane Sawyer dalam sebuah acara spesial yang disiarkan stasiun televisi ABC dan dipirsa 17 juta orang.
Artikel tentang Jenner di Vanity Fair ditulis oleh pemenang Pulitzer Prize, Buzz Bissinger. Setahun silam, majalah ini juga menjadi media pertama yang menayangkan artikel tentang Jenner. Tahun ini, pihak Jenner sendiri yang mengontak Vanity Fair.
Dalam artikelnya, Vanity Fair mengungkap, Jenner sudah memulai transisinya sejak 1980-an, tak lama setelah memenangkan medali emas Olimpiade Montreal, Kanada, pada 1976. Ketika itu, dia mengenakan bra di balik pakaiannya.
Jenner sempat menghentikan transisinya karena mengkhawatirkan reaksi publik. Saat pernikahannya dengan Kris Jenner kandas, barulah ia berterus terang lagi soal transisinya, antara lain disiarkan di acara Keeping Up with the Kardashians.
“Jika saya terus berbohong sampai menjelang ajal, tanpa berbuat apa pun, saya akan menyesal,” kata Jenner kepada Bissinger yang mewawancarainya. “Jasad saya akan berkata, ‘Kamu telah memporakporandakan hidupmu sendiri.’”
(vga/vga)