"Kira-kira 85 persen sudah siap. Meliputi banyak bidang, buku sastra, buku nonsastra, pertunjukan, pameran seni rupa, seminar. Tinggal melaksanakan pada bulan-bulan berikutnya," ujar Goenawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/6).
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengungkapkan, Presiden Joko Widodo akan menghadiri acara pembukaan Frankfurt Book Fair di Jerman. Jokowi harus hadir, karena Indonesia ditunjuk sebagai Guest of Honor (Tamu Kehormatan) untuk tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan, potensi ekonomi Indonesia yang diperkirakan terus menanjak dalam beberapa tahun ke depan menjadi alasan utama Indonesia ditunjuk menjadi tamu kehormatan hanya dalam kurun waktu lima tahun saja. "Dalam IMF disebutkan, 2017 Indonesia akan jadi salah satu negara yang ekonominya tumbuh paling cepat dari 20 negara di dunia," ucapnya.
Alasan lain mengapa Indonesia ditunjuk sebagai tamu kehormatan, imbuh Goenawan, adalah tingkat melek huruf yang dianggap tinggi.
"Tingkat melek huruf kita tinggi, lebih tinggi dari India. Kita tahun ini kan tingkat melek huruf untuk umur 14-25 sampai 99 persen. Seluruhnya 95 persen. India 70 persen."
Alasan ketiga, lanjut Goenawan, adanya kebebasan berekspresi di Indonesia. "Di negeri lain kan kurang," ujar dia membandingkan.
Meski demikian, Goenawan tak menampik fakta bahwa kebiasaan membaca masyarakat masih sangat rendah. "Pak Anies punya program bagus, mulai ajaran tahun depan ada keharusan membaca 20 menit untuk siswa," kata dia. "Kita akan gunakan ini untuk kebangkitan baca dan tulis Indonesia," lanjut Goenawan optimistis.
(rsa/rsa)