Hal ini dimanfaatkan oleh beberapa kelompok militan untuk menjaring pengikut. Sebut saja ISIS yang menurut Badan Intelijen Amerika Serikat menggunakan jejaring sosial untuk menjala simpatisan dan pejuang asing.
Belum lagi berbagai media massa besutan ISIS yang didesain sangat modern. Menurut berbagai pemerhati terorisme, ini adalah salah satu cara mutakhir ISIS menjaring massa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Triawan, penggagas Peace Generation Irfan Amalee menuturkan kisahnya ketika bertemu lima mantan mujahidin Afghanistan.
Setelah mendengar komentar tersebut, Irfan tersentak. Ia teringat jejaring organisasinya yang luas, tapi tak begitu teratur dan saling mengenal.
Setelah ditempa, mereka diminta menyebarkan 12 poin perdamaian kepada setidaknya dua orang setiap harinya. "Ada juga program-program perdamaian lain, seperti Peacesantren dan lain-lain. Kita harus lebih kreatif dan terorganisir," katanya.
Segala upaya kreativitas Peace Generation ternyata tak lepas dari pengamatan CEO Mizan Group Haidar Bagir. "Kita memang butuh militansi kaum moderat," ucapnya. Tujuannya, tentu saja, perdamaian.
(hanna azarya samosir/vga)