Ia menjadi Sarah, seorang seniman jalanan di Jakarta dengan masa lalu suram dan tragis. Ia yatim piatu karena orang tuanya dibunuh secara brutal saat tragedi 1998. Sarah akhirnya menghidupi diri sehari-hari lewat hobi melukis.
"Sarah itu tinggal di jalanan dan enggak punya duit. Sehari paling untung dapat Rp 50 ribu. Dia juga enggak punya banyak baju, hanya kaus dua, celana jin. Tapi dia sangat keren," Salvita menggambarkan karakter yang ia perankan.
Lihat juga:Keliaran Aimee Saras Jadi Seniman Tato |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau melukis sudah biasa, itu tidak dirasakan Salvita saat harus beradegan laga. Ia sedikit kebagian berantem. "Tapi hanya dua adegan. Cukup keren, meski tidak sekeren yang lain. Itu hanya karena Sarah anak jalanan, jadi berantemnya seperti berantem jalanan," ia membocorkan.
Salvita menuturkan, ia sudah menunggu-nunggu kesempatan diarahkan sutradara Joko Anwar. Meski serial HBO Asia kali ini berbasis di Indonesia, ia tetap tertarik bergabung. Sebab, ini kesempatannya unjuk kemampuan. Apalagi perannya penting. Untuk mendapatkannya, ia audisi ketat.
"Bang Joko datang menawari saya proyek. Tapi tetap audisi, dua kali," ujarnya lagi. Meski terbilang masih wajah baru di dunia film, ia ingin membanggakan Indonesia lewat aktingnya. "Ini bukan hanya buat saya, tapi Indonesia juga, dan kemampuan departemen seni kita," ujarnya.
[Gambas:Twitter] (rsa/vga)