"Saya satu anak yang beruntung dan tidak sampai meninggal dalam mengalami kekerasan. Saya dulu sempat bikin puisi dan jadikan sebuah lagu, mungkin ini isinya hati Angeline yang dulu pernah saya rasakan," ujar Jupiter dalam orasinya.
Ia mengingatkan bahwa anak bukanlah milik orang tua melainkan titipan Tuhan. Usai berorasi, Jupiter pun menyanyikan sebuah lagu karangannya ketika mengenang masa kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jupiter dalam lagunya juga mengenang andai kedua orang tuanya dulu memberikan cinta, rasa nyaman, dan perlindungan, maka ia tak bakal mencarinya di tempat yang lain. "Yang selalu kurindukan belaian kasih dan sayangmu," ujarnya
Diketahui, Angeline yang diadopsi Margriet Megawe ditemukan tewas terbunuh dan telah terkubur di halaman belakang rumah Margiet di Jalan Sedap Malam Nomor 26, Sanur, Denpasar, Bali. Hasil autopsi Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, menyatakan Angeline tewas karena benturan di kepala.
Angeline dibunuh oleh mantan pembantu keluarga angkatnya, Agustinus Tai Mandamai. Keluarga Angeline menyatakan bocah itu hilang pada hari ia terbunuh, 16 Mei. Sementara itu, pihak kepolisian juga tengah membidik Margriet sebagai tersangka. Pada Kamis (11/6), Margriet kembali diperiksa pihak aparat. (adt)