Pada Sabtu (13/6), Kunstkring menyegarkan kembali memoar seni itu melalui pertunjukan balet. Dihadiri secara terbatas, bersama Ballet.id dan disponsori Qatar Airways, galeri seni itu menghadirkan liukan indah balerina Indonesia dalam tiga babak.
Pertama, tari The Nutcracker yang dipentaskan oleh penari Michael Halim dan Resti Oktaviani. Mereka melakukan gerakan The Nutcracker persis seperti yang pernah dilakukan pebalet Inggris, Margot Fonteyn. Itu merupakan salah satu tarian balet paling terkenal dan fenomenal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Babak tari ke-dua adalah balet Indonesia. Kalau selama ini tarian itu identik dengan angsa atau peri dan digadang-gadang dibawa oleh barat, Indonesia ternyata punya tariannya sendiri. Dahulu, ada pentas Burung Belatik. Itu merupakan kolaborasi pencipta lagu anak Ibu Soed dan balerina Indonesia Farida Oetoyo.
Namun alih-alih menampilkan adegan pelecehan secara gamblang, itu dilambangkan melalui tarian. Suzie Wong yang diperankan Mariska Febriani dari Ballet.id disentuh, diangkat, juga dibopong untuk menyimbolkan ketidakberdayaannya.
Lihat juga:Meliarkan Imajinasi Lewat Dongeng Kamishibai |
Mariska mengaku agak sulit, karena hanya menemukan sepotong adegan pementasan Suzie Wong. Adegan itu yang akhirnya direkonstruksi.
"Saya akhirnya baca bukunya, mendalami Suzie Wong itu seperti apa," tuturnya. Ia pun akhirnya bisa menyuguhkan gerak tubuh dan mimik yang apik dan pas. "Saya harus tahu bahwa dia memang di-abuse," ucap Mariska yang telah belajar balet selama sekitar 20 tahun itu.
Pertunjukan tari balet di Tugu Kunstkring, Jakarta (13/6). (CNNIndonesia/Rizky Sekar Afrisia) |
"Awalnya kami latihan dulu, kalau ada yang kurang paham atau keliru baru dikonsultasikan dan dibetulkan via Skype," ujar Mariska bercerita.
Meski begitu, tariannya sampai nyaris sempurna. "Bagus sekali!" puji Jefferies yang menonton latihan lewat Skype. Apa kunci Mariska memerankan tarian fenomenal yang tidak sederhana itu? Kepercayaan. "Kalau sudah diangkat saya pasrah aja. Kalau enggak nanti malah sakit dan bikin berat ke penari prianya."
(rsa/vga)
Pertunjukan tari balet di Tugu Kunstkring, Jakarta (13/6). (CNNIndonesia/Rizky Sekar Afrisia)