Tidak hanya di Jakarta, kegembiraan akan datangnya bulan suci Ramadan juga terasa di Bali. Padahal seperti yang diketahui, 84,5 persen warga Bali memeluk agama Hindu.
Hal tersebut disampaikan oleh pemain terompet sekaligus musisi yang baru saja bertandang ke acara CNN Indonesia Music at Newsroom, Rio Sidik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi jika di kota lain banyak pihak yang memprotes gemerlapnya hiburan malam di Bulan Suci, di Bali kedua kutub tersebut malah saling akur.
"Di Bali, nilai tenggang rasanya terasa kuat. Yang berpuasa ya berpuasa, begitu juga dengan yang tidak. Belum pernah ada keretakan hubungan beragama di sana selama Ramadan," ujar Rio.
Saling menghormati, digarisbawahi Rio, merupakan kata kunci yang mengakurkan umat berbeda agama di Bali.
"Hiburan malam juga tetap buka, tidak ada yang tutup karena memang itu karena sumber mata pencaharian warga sekitar," tambah Rio.
Kerukunan merupakan salah satu nilai yang diajarkan oleh semua agama, tidak terkecuali Hindu dan Islam.
Dengan kerukunan, menjalani Ramadan di Bali dan kota-kota lainnya di dunia, seperti yang dikatakan Rio, rasanya jadi tidak terlalu berat.
(ard/vga)