Komeng mungkin tidak terlalu merasakan perbedaannya. "Ya seperti yang lain, ada yang lahir ada juga yang meninggal," ujarnya saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta, beberapa waktu lalu. Meski tidak ada yang spesial, Komeng tetap punya kenangan khusus soal Olga.
Saat sama-sama mengisi acara sahur, kata Komeng, ia dan Olga sering bercanda bersama. Namun sejak Olga sakit, Komeng sudah jarang bertemu dengannya. Sampai Olga masuk rumah sakit dan meninggal, Komeng tak sempat bertemu dengan pelawak dengan jutaan penggemar itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetap buka bersama keluarga
Karena tahun ini juga mengisi acara sahur, Komeng lagi-lagi tak bisa berkumpul dengan keluarga. Namun, itu sudah dimaklumi. "Kalau sahur mereka tahu saya tidak dapat bareng. Untuk itu, paling tidak saat buka puasa saya bisa bareng mereka," ucap Komeng lagi.
Mereka menjadi presenter di acara stasiun televisi swasta. Meski sudah cukup usia untuk berkarier, soal puasa Komeng tidak mau terlalu memaksa. Mereka bisa menjalankan puasa secara mandiri meski tak selalu penuh 30 hari.
Namun, Komeng melihat mereka belum akil balig. "Saya tidak berani memberi tekanan atau paksaan kalau belum akil balig," kata Komeng.
Menurut Komeng, selama belum akil balig bukanlah kewajiban seorang anak untuk melaksanakan ibadah secara penuh. Bintang Indonesia Lawak Klub itu baru memaksa anaknya berpuasa penuh jika sudah dewasa secara agama.
(rsa/rsa)