"Dari kemarin sebenarnya gue pengen mundur ke belakang layar, gue mau coba produce, tapi belum ada rezekinya,” katanya kepada CNN Indonesia saat ditemui di kawasan Ampera, Jakarta, baru-baru ini.
Diakui Abimana, kesempatan menjajal kiprah lain sempat datang kepadanya. “Tapi ternyata memang enggak bisa, karena investornya memaksa gue untuk tetap jadi aktornya.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekalipun sempat ngiri pada temannya, Abimana tetap mensyukuri rezeki. Sembari menunggu kesempatan datang, ia menyatakan kepada istrinya, “Kalau bisa break agak panjang, biar bisa eksperimen dengan film-film pendek.”
"Beberapa temen gue yang dulu susah, sekarang udah lumayan, udah mulai mapan, misalnya sebagai DOP, sutradara," katanya. " Kami sempet ngobrol dan mikir udah saatnya kami bikin satu kerjaan omong kosong yang dulu diomongin. "
Abimana bercerita, ia dan teman-temanya sering berkhayal, "Suatu hari kita bikin film kayak gini nih!" Ia merasa, sudah saatnya untuk mewujudkan khayalan itu menjadi kenyataan. "Susahnya tuh kalau ditargetin. Ini aja target harusnya kemarin."
(vga/vga)