Diketahui, Cobain meninggal karena bunuh diri di rumahnya, Seattle, pada 5 April 1994.
Dokudrama yang dibikin Statler ternyata bukan sekadar film. Cerita itu berujung dibukanya kembali investigasi kematian Cobain di dunia nyata. Mantan polisi Seattle, Norm Stamper berkata ia akan menginvestigasi ulang Cobain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengakui analisa pertamanya dahulu bisa saja salah. "Jika kita tidak benar pada saat pertama, sebaiknya kita benarkan di kesempatan ke-dua," tuturnya. Stamper kemudian menambahkan dengan lebih tegas, "Saya katakan, jika saya sekarang kepala polisi, saya akan membuka kembali investigasi kasus ini."
Kepolisian Seattle yang bertugas sekarang belum mengeluarkan komentar apa pun terkait itu. Tahun lalu, sebelum peringatan tahun ke-20 kematian Cobain memang beredar rumor bahwa mereka akan membuka kembali kasus kematian itu. Sebab, ada empat rol film foto baru dari tempat kejadian yang bisa menjadi bukti.
Foto-foto itu kemudian dirilis ke publik. Namun, kepolisian Seattle menegaskan mereka tidak akan membuka kembali kasus Cobain. "Tidak ada perubahan, tidak ada perkembangan, tidak ada langkah baru," kata kepolisian.
Film Soaked In Bleach bercerita dari perspektif Tom Grant, detektif swasta yang disewa Love. Ia pernah diminta menemukan Cobain setelah ia hilang dari pusat rehabilitasi di Los Angeles. Dalam film itu, ada rekaman perbincangan Love dengan Grant, dan wawancara dengan beberapa ahli yang meyakini Cobain meninggal karena dibunuh.
Soaked In Bleach juga mengklaim kepolisian Seattle sembrono saat menginvestigasi kematian Cobain, karena melakukan beberapa hal berikut.
1. Membolehkan Cobain dikremasi hanya enam hari setelah ditemukan
2. Menunggu 30 hari untuk menemukan sidik jari di pistol Cobain
3. Menyerahkan pistol kepada Love untuk dibakar
4. Membolehkan rumah tempat kejadian perkara dihancurkan
(rsa/vga)