Sammy Simorangkir mengaku ikut menikmati momen menyenangkan ini sekalipun dirinya non-muslim. Saat Ramadan, tak jarang ia ikut bukber di rumah temannya yang muslim.
“Lapar, diajak teman muslim buka puasa, makan di rumahnya itu paling enak, paling senang,” kata Sammy kepada CNN Indonesia, saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya, orang yang paling toleransi,” kata pria bersuara dahsyat ini dengan mimik serius. Baginya, secara pribadi, tak ada istilah “anti” atau “pilih-pilih job.”
Orang seperti itu, menurut pria bernama asli Hendra Samuel Simorangkir, akan selamanya terkungkung dalam jiwa kanak-kanak. Orang yang bersikap dewasa mampu bertoleransi dengan baik.
Toleransi dimulai dari lingkungan terkecil sampai terbesar. Agaknya toleransi jugalah yang membuat hubungan Sammy awet dengan para personel band pengiringnya.
Tak terasa sudah empat tahun Sammy menjalin kerja sama dengan band pengiringnya ini. Bersama, mereka melakukan tur konser keliling kota, dari Jakarta sampai Banjarmasin.
Saat tampil di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, baru-baru ini, mantan vokalis grup band Kerispatih ini membawakan sekitar selusin lagu. Sebagian di antaranya lagu lawas.
Sebut saja, Kau Seputih Melati (Dian Pramana Putra), Masih Ada (2D), Kaulah Segalanya (Ruth Sahanaya), Kamu Harus Pulang (Slank), Kangen (Dewa). Semuanya diaransemen ulang.
Selain itu, solois yang hobi bermain drum ini juga menyanyikan lagu lain: Jatuh Cinta, Takkan Berhenti, Terlatih Patah Hati, Tak Mampu Pergi, Sadd, Kau Harus Bahagia, dan Dia.
Di sela kesibukan menggelar tur, Sammy juga mengumpulkan sekitar tujuh lagu ciptaan sendiri untuk mengisi album solonya. Kelak album solo ini dirilis bersama major label. (vga/vga)