Daniel yang juga punya usaha rumah produksi dan pernah memproduseri film kolaborasi sineas Indonesia dan Jepang itu, pun masih punya sebuah obsesi di bidang perfilman. Ia ingin membuat kisah pahlawan super khas Indonesia.
"Iya, sudah pasti kepikiran banget. Itu impian saya juga. Tapi rasanya masih jauh, karena saya juga masih fokus dengan hal lain," kata Daniel di Sudirman, Jakarta, pada Rabu (8/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sangat gandrung akan Marvel, Daniel berkata, pahlawan super seperti ciri mereka tidak akan menjadi pilihannya jika kelak kesampaian membuat film tentang itu. Pahlawan Marvel terlalu mistis, seperti manusia super setengah dewa, atau mutan.
Ia ingin mencari ciri khasnya sendiri. "Yang lebih berhubungan dengan kehidupan Indonesia saja, soalnya pahlawan super itu tidak harus menggunakan kostum. Siapa saja bisa jadi super hero," kata Daniel membeberkan dengan bijak.
Impiannya membuat pahlawan super sepertinya bakal tercapai sebentar lagi. "Sudah ada kok yang sedang digarap, tapi belum bisa saya bilang sekarang," tuturnya sambil tersenyum.
(rsa/rsa)