Ia memerankan Hank Pym, ilmuwan tua penggagas Ant-Man. Ia menciptakan kostum dengan teknologi yang bisa membuat pemakainya mengecil seukuran semut. Tapi dengan ukuran itu, si "manusia semut" berkekuatan super.
Kepada Reuters Douglas mengatakan, karier yang sudah memasuki masa senja merupakan salah satu pertimbangannya mengambil film yang bakal tayang di Indonesia 16 Juli mendatang itu. Douglas kini berusia 70 tahun, dan sudah meniti karier selama lebih dari 40 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya datang ke dunia Marvel di usia senja karier saya. Jadi bagi saya, ini hanya sebuah bentuk kesenangan dan tantangan untuk melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Dengan efek spesial yang dimiliki, memainkan orang baik, pahlawan, sosok yang bisa dilihat anak saya," katanya.
Konfliknya tidak hanya soal menjadi pahlawan dengan menyelamatkan dunia. Tetapi ada pula hubungan ayah dan anak di dalam film itu.
Bukan hanya jatuh cinta pada karakter Pym, Douglas juga menyukai Ant-Man karena punya selera humor, seperti Guardians of the Galaxy yang menjadi anak emas Marvel tahun lalu. Belum lagi efek spesial yang digunakan saat menjadikan Ant-Man mengecil seukuran semut.
"Dan melihat efek spesial dari sudut pandang mata semut, saya pikir itu akan mengejutkan banyak orang," ucap bintang Wall Street itu.
Lalu, jika Douglas benar-benar menjadi pahlawan super seperti Ant-Man, apa hal pertama yang sangat ingin ia lakukan? "Bagi saya, hal pertama adalah mengeliminasi senjata nuklir. Itu akan menjadi tujuan pertama saya," ujar Douglas menjawab tanpa ragu-ragu.
(rsa/rsa)