"Pengennya sih buka bareng-bareng terus sama keluarga, karena tahun lalu berantakan banget. Puasanya pada mencar-mencar, sendiri-sendiri," katanya. Puasa pun terasa lebih nikmat ketika di ujung hari ia dan keluarga tercinta bisa duduk satu meja, entah di rumah atau luar.
Vino bahkan tak mementingkan menu berbuka. "Menu sih sebenarnya tidak terlalu penting, yang penting kebersamaan saat berbuka puasa," kata bintang Toba Dreams itu dengan bijak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun Marsha tidak masak, tapi dia selalu menanyakan saya ingin berbuka dengan apa," kata Vino. "Kadang kami seharian tidak keluar, dan keluar cuma hanya mencari lemang."
Demi memuaskan keinginan untuk berbuka dengan lemang, Vino dan Marsha rela menembus kemacetan Jakarta menuju Pasar Mayestik dan membeli lemang. Kalau Vino sangat menyukai lemang, Marsha ketagihan kolak biji salak.
"Sebenarnya makanan wajib berbuka itu tidak ada, kami juga inginnya gonta-ganti setiap hari," kata Vino. "Kadang kami juga belinya macam-macam tapi ketika sudah makan satu es buah, sudah kenyang dan tidak kuat lagi."
Tidak banyak kerja
Berburu lemang, es buah, dan kolak biji salak saat berbuka merupakan salah satu kenikmatan yang dirasakan Vino dan Marsha karena mereka tak mengambil banyak kegiatan Ramadan tahun ini. Tahun-tahun sebelumnya, ia mengatakan, dirinya selalu syuting sampai malam.
"Tahun lalu bahkan ada syuting di luar negeri dan pulangnya mepet, benar-benar di malam takbiran baru sampai Indonesia," kata bintang Catatan Akhir Sekolah itu. Saat ini, selain ingin bersama keluarga, ia mendapat tawaran pekerjaan yang kurang pas.
"Mungkin memang rezekinya belum pas, kurang sreg dengan pekerjaannya. Memang jadinya fokus untuk sama keluarga," tutur Vino melanjutkan.
Momen itu juga dimanfaatkannya untuk meningkatkan ibadah. "Puasa kan kegiatannya berkurang atau dikurangin, nah dikurangin buat apa nih? Paling enggak tingkatin ibadahnya. Walaupun namanya ibadah mau bulan puasa atau enggak tetep jalan," ujar Vino lagi.
Selain itu, ia juga menjadikan momen Ramadan untuk mulai mengajarkan arti puasa untuk sang anak, meski Jizzy baru berusia dua tahun. Saat anaknya memberi makanan, Vino menolak halus dan menjelaskan dirinya sedang puasa Ramadan.
Jizzy mulai mengerti sedikit demi sedikit. Setidaknya ia sudah memahami arti azan magrib. Saat panggilan salat itu berkumandang, Jizzy langsung menghentikan kegiatan bermain. Ia baru melanjutkan kegiatannya usai azan.
(rsa/rsa)