Sehingga yang tampil tak sekadar gambar Mona Lisa yang sedang menunjukkan senyumannya yang misterius itu. Bahkan ada beberapa versi Mona Lisa mengerucutkan bibirnya dan memandang dengan alis mata bertaut di dahinya
Proyek yang disebut dengan Living Mona Lisa digital itu menggunakan teknologi artificial intelligence. Proyek ini diproduksi oleh sebuah tim yang terdiri dari 40 teknisi dan seniman Perancis yang bekerja selama setahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kini dia bisa merasakan perubahan di sekelilingnya. Leonardo da Vinci mencoba membuat dia hidup, jadi ini untuk melanjutkan langkah itu.”
Lukisannya sendiri saat ini masih digantung di museum Louvre, Paris. Namun versi digitalnya akan diproduksi dan dipasarkan dalam berbagai ukuran dan format.
Lukisan digital akan dijual pada musim semi tahun ini dengan harga beberapa ratus Euro. Sementara versi mungilnya akan hadir dalam bentuk liontin kalung dengan taburan permata di sekelilingnya.
“Kalung dan berbagai versi perhiasan lainnya akan dijual dengan beberapa harga tergantung apakah mengandung batu mulia atau tidak,” kata Aziosmanoff.
“Yang utama ini adalah proyek seni, bukan komersial, tapi kami ingin membuat lukisan jadi lebih murah untuk dibeli turis dan dibawa pulang sebagai cendera mata.”
Sementara menurut Heudin proyek ini disebutnya sebagai proyek gila. Namin dia tertarik melakukannya sebagai sebuah purwarupa.
“Proyek ini tujuan ke depannnya adalah untuk mengembangkan konteks emosional untuk mempertimbangkan pengalaman masa lalu interaksi dengan sistem.”
(utw/utw)