Mengutip Huffington Post, yayasan Leonardo DiCaprio baru saja mengumumkan, pada Selasa (14/7), bahwa mereka menyumbang US$15 juta atau setara dengan Rp200 miliar untuk masalah lingkungan di dunia. Mereka membiayai kelompok yang ingin menyelesaikan masalah kemanusiaan.
Beberapa upaya yang akan disokong seperti mengatasi perubahan iklim, kepunahan massal, dan degradasi lingkungan. Itu sesuai dengan perjuangan Leo sendiri yang sejak lama dikenal sebagai pembela lingkungan. Ia bahkan didapuk PBB sebagai pembawa pesan perdamaian dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, terhitung lebih dari 40 negara dengan proyek senada yang didanainya.
Selain membuat yayasan untuk mendanai upaya penyelamatan lingkungan, Leo juga menjadi eksekutif produser untuk sebuah film dokumenter berjudul Virunga. Film tentang kehidupan alam liar itu pernah menjadi nomine Oscar, namun tidak membawa pulang piala.
Leo juga membuat kesepakatan dengan Netflix tahun ini untuk membuat lebih banyak film bertema lingkungan untuk menyadarkan publik.
"Sebagai aktor, saya berpura-pura dalam hidup. Saya memainkan karakter fiktif yang sering menangani masalah fiktif. Saya percaya, manusia melihat masalah perubahan iklim dalam perspektif yang sama. Tubuh ini menghadapi tugas yang sulit tapi bisa diatasi. Anda bisa membuat sejarah atau difitnah oleh itu."
Pernyataan Leo itu terlontar dalam pidatonya di United Nations Climate Summit pada September 2014. Ia menantang manusia menghadapi ujian terberat untuk planet Bumi.
(rsa/rsa)