Sementara setiap bandara, pelabuhan, stasiun kereta, bahkan sekolah dan mal dilengkapi detektor logam dan pemindai senjata, masyarakat masih bisa melenggang bebas keluar masuk bioskop. Tak peduli mereka membawa senjata.
Penyebabnya banyak. Biaya adalah pertimbangan pertama. Menambah alat dan staf bukan perkara murah. Saat detektor logam dipasang, perlu dua sampai empat orang untuk mengawasi sekaligus mengecek tas. Belum lagi saat akhir pekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemilik bioskop tidak ingin pengalaman masuk tempat mereka menjadi negatif. Berjalan melalui detektor logam dan pemeriksaan tas membuat tidak nyaman," kata Tom DeLuca, presiden dari Global Security Services yang berbasis di New York.
Global Security Services sendiri sudah melayani keamanan jaringan bioskop di Amerika selama 15 tahun. Perusahaan keamanan itu pula yang dipanggil, pada Jumat (24/7), ketika malam sebelumnya (23/7) terjadi penembakan di pemutaran film Trainwreck di Lafayette, Louisiana.
Sementara tahun lalu, seorang pria menodongkan senjata ke pria lain di sebuah bioskop di Florida, hanya karena ditegur akibat terus mengetik selama pemutaran film berlangsung.
Setelah serangkaian peristiwa kriminal, bioskop yang bersangkutan langsung berhadapan dengan hukum. Aurora, Florida, dan Lafayette pun tak terkecuali. DeLuca mengaku langsung ditelepon banyak bioskop setelah peristiwa penembakan itu.
"Mereka meminta A sampai Z. Ada yang meminta pendapat. Yang lainnya bertanya apakah mereka harus kembali memikirkan detektor logam dan pengecekan tas. Saya tidak berpikir mereka akan melakukannya," ujar DeLuca.
Namun prosedur keamanan yang ketat, seperti sudah disinggung, justru menjauhkan penonton. Operasionalisasinya pun mahal. Padahal sekali lagi, bioskop sedang bersaing dengan televisi, YouTube, video, streaming, dan sebagainya.
"Metode yang lebih murah adalah meletakkan alarm di seluruh pintu, menggunakan petugas yang lebih terlatih, dan mengetatkan prosedur darurat untuk meminimalisasi kemungkinan korban dan panggilan bantuan," kata Levinson, presiden Expert Security Consulting.
(rsa/vga)