Nama-nama orang yang bisa diperiksa sebagai saksi pun didaftar. Yang jelas, kematiannya diinvestigasi sebagai pembunuhan, bukan kecelakaan atau bunuh diri. Mengutip Hollywood Life, polisi yakin ada pihak yang terlibat.
Seperti diberitakan TMZ, mantan kekasih Brown, Nick Gordon diduga menjadi tersangka utama pembunuhan itu. Ia disebut-sebut punya motif dan kepentingan. Kecurigaan petugas pada Gordon bahkan sudah timbul sejak pria itu pertama menghubungi 911 saat menemukan Brown tak bergerak di bak mandi rumah, Januari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antara Brown dan Gordon pun disebut-sebut sering bertengkar. Gordon beberapa kali melakukan kekerasan pada kekasihnya, seperti yang disampaikan sahabat Brown, Alex Reid pada E! Online baru-baru ini. "Saya tidak tahu sejak kapan ia mulai memukulinya," katanya.
Gordon pun dilarang menemui Brown saat gadis 22 tahun itu koma. Keluarga curiga Gordon yang melakukan kekerasan padanya. Pertengahan Juli, Gordon pun digugat sebesar US$10 juta atau Rp135 miliar oleh keluarga Brown karena memukul kekasihnya, mengontrol keuangannya, dan masih mengambil uang dari rekeningnya saat putri tunggal Whitney Houston itu dalam kondisi koma. Tapi Gordon belum ditindak.
Melihat sejarah hubungan Brown dan Gordon, polisi pun semakin menaruh kecurigaan dan menganggap pemuda yang juga dibesarkan oleh Houston itu terlibat pembunuhan. "Nick terus diawasi sebagai tersangka pembunuh," kata seorang sumber eksklusif Hollywood Life.
"Dia di luar kontrol soal penyesalan dan kesedihan. Dia terus berkata bahwa jika Bobbi Kristina mendengar suaranya, segalanya akan berbeda. Dia mungkin masih hidup," lanjutnya.
Namun di sisi lain, ibunda Gordon sudah melontarkan ungkapan duka cita terhadap meninggalnya Brown. "Kematian Bobbi Kristina sangat menghancurkan Nick dan keluarga kami. Nick sangat mencintai dan peduli pada Krissy, dia sangat menderita setiap hari sejak mereka berpisah," kata Michele Gordon, ibunda Gordon.
Ia melanjutkan seperti dalam LA Times, "Nick dan keluarga kami dalam suasana berduka, dan kami meminta Anda semua menghormati privasi kami. Kesedihan dan doa kami untuk keluarga Houston dan Brown selama masa sulit ini."
(rsa/rsa)