Dilansir dari keterangan pers yang diterima CNN Indonesia, pada Kamis (30/7), The Changcuters akan tampil di Festival Summer Sonic, pada 15 Agustus mendatang.
Band yang beranggotakan Tria, Qibil, Alda, Dipa dan Erick akan tampil di Island Stage di festival musik tahunan itu bersama beberapa musisi internasional, antara lain Chemical Brothers, Manic Street Preachers, Ariana Grande, Pharrell, Zedd, The Script, Cody Simpsons, Echosmith, Magic!, Marilyn Manson, Baby Metal, Carly Rae Jepsen, Clean Bandit, All Time Low, Mew dan Passion Pit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi The Changcuters yang menjadi wakil Indonesia satu-satunya, undangan tersebut adalah sebuah kehormatan dalam karier mereka selama 10 tahun di industri musik Indonesia.
Berusaha untuk menghibur, adalah salah satu persiapan yang dilakukan oleh band asal Bandung ini. Selain itu, tidak ada perubahan apa pun, apalagi karakter bermusik.
"Kami tidak akan mengubah lirik lagu jadi bahasa Inggris, hanya karena kami ingin didengar oleh orang asing. Justru ini bisa menjadi daya tarik tersendiri. Bjork aja bisa diterima dengan bahasa asalnya, kenapa kami tidak?” ujar Tria.
Summer Sonic bukan acara musik pertama di Jepang yang dimeriahkan aksi The Changcuters. Sebelumnya, mereka sempat unjuk kebolehan di Yoyogi Park, Tokyo, pada 9 dan 10 Juli 2011, atas undangan KBRI Jepang.
Saat itu, sekitar 90 persen penonton adalah warga Indonesia berada di Jepang. Kemungkinan situasi akan berbalik 180 derajat saat The Changcuters tampil di Summer Sonic.
Bersamaan dengan kabar yang masih hangat ini, The Changcuters juga mengharapkan dukungan penuh dari segenap pencinta musik Indonesia, salah satunya: kesediaan menggunakan tagar #changcuterssumsonic di semua media sosial.
Sejak terbentuk, pada 19 September 2005, The Changcuters sudah merilis lima album, yaitu Mencoba Sukses (2006), Mencoba Sukses Kembali (2008), Misteri Kalajengking Hitam (2009), Tugas Akhir (2011) dan Visualis (2013).
Mereka pun sempat berakting dalam film The Tarix Jabrix (2008), The Tarix Jabrix 2 (2009), The Tarix Jabrix 3 (2011) dan Slank Nggak Ada Matinya (2013).
Ajang Anugerah Musik Indonesia pernah mengganjar The Changcuters dengan penghargaan Pendatang Baru Terbaik pada 2009.
(ard/vga)