Namun saat masa masih menunjuk angka 1969, penulis perempuan disarankan melakukan sesuatu yang istimewa untuk mempromosikan bukunya. Bukan tidak mungkin mereka diminta memamerkan keseksian tubuh. Mengutip Life, itu terjadi pada Jeanne Rejaunier, seorang mantan model.
Saat meluncurkan novel terbarunya, The Beauty Trap ia diminta melakukan sesuatu yang seksis. Seperti yang ditulis Time untuk esai foto Life berjudul "What It Takes To Be a Lady Author Anymore", Rejaunier diminta mempromosikan bukunya dengan memamerkan tubuh secara fisik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diklaim, foto Rejaunier yang cantik menggoda di sampul bukulah yang membuat novelnya, The Beauty Trap saat itu sukses, bahkan kini mencapai cetakan ke-empat. Sayangnya, tidak dapat diketahui apakah foto-foto itu merupakan sindiran satire dari penerbit. Tidak diketahui juga apakah Rejaunier merelakan diri untuk difoto seperti itu atau paksaan penerbit.
"Ada perbedaan opini soal apakah Jeanne sebenarnya melibatkan dirinya atau tidak di dalam karakter The Beauty Trap. Tapi penerbit bertanggung jawab karena meletakkan dia di posisi itu," kata sebuah artikel kutipan Time. Tentu, tidak semua penerbit memakai trik itu.