Persaingan dengan komik dari Amerika Serikat dan Jepang memang jadi hambatan akut bagi komik dalam negeri. Pasalnya, komik dari luar itu mampu dijual dengan harga yang sangat murah dan mampu diproduksi secara masal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wadah bagi para komikus untuk menerbitkan karya-karyanya juga masih sangat minim menurut Sweta. Para penerbut masih belum secara penuh memercayai kualitas komik lokal sehingga banyak komikus Indonesia yang beralih menerbitkan secara independen.
Masalah ini menurut Sweta bisa ditangani asalkan Pemerintah bersedia turun tangan di dunia perkomikan. Ia belajar dari kondisi di Malaysia di mana industri komiknya disubsidi pemerintah.
Dengan pemerintah menyubsidi kertas untuk komik lokal di Malaysia, harga komik lokal Malaysia dijual dengan harga berkisar Rp15 ribu.
“Pemerintah harus benar-benar turun. Bisa dengan mengadakan program seperti PNPM tapi khusus komik,” Sweta mengatakan.