"Alasannya kenapa piringan hitam adalah selain pangsa pasarnya naik 2,5 persen tahun lalu, kami juga ingin collection item dari Kerispatih ini," kata Badai ketika ditemui di kawasan Jakarta Pusat, kemarin (12/8).
Keinginan Kerispatih tersebut mengantarkan mereka ke Los Angeles, AS, untuk memproduksi piringan hitam. Rencananya, piringan hitam edisi album ke-delapan, Delapan, ini jumlahnya terbatas 300 keping saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harganya tergantung kondisi dolar," kata CEO Nagaswara Rahayu Kertawiguna, yang turut hadir dalam acara perilisan Delapan.
Delapan berisikan 15 lagu yang dibuat secara live acoustic. Dari ke-15 lagu tersebut, 13 di antaranya adalah lagu lama dan dua adalah lagu baru, yaitu Menyerah di Hadapan Cinta dan Aku yang Tak Setia karya Badai.
Beberapa lagu lama dibuat berbeda sebagai hasil kolaborasi dengan musisi lain, termasuk sinden ayu Sruti Respati. Sruti menggarap sebuah lagu dengan bahasa Jawa kromo inggil, atau bahasa Jawa halus, Demi Cinta.
"Saya bangga dengan konsistensinya Kerispatih membuat lagu cinta, saya tak ingin sok membuat lagu yang menjadi kekhasan musisi lain," kata Badai.
Soal kolaborasi dengan musisi lain, sang pemain keyboard mengakui, "Kerispatih membutuhkan musisi lain untuk membuat album ini sempurna."
(end/vga)