Karya itu berjudul The Story of Kullervo. Mengutip The Guardian, Tolkien menulisnya, pada 1915, saat masih di Oxford. Cerita itu merupakan prosa panjang dari puisi Finlandia abad ke-19, Kalevala. Tolkien menganggap itu sebagai upaya menulis legendanya sendiri.
Mengutip The Guardian, The Story of Kullervo bercerita tentang anak dari Kalervo yang bernama Kullervo. Tolkien menyebutnya "Kullervo yang malang." Ia seorang yatim piatu dengan kekuatan supernatural atau magis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi Kullervo tanpa sengaja melakukan inses dengan saudari kembarnya yang kemudian bunuh diri karena menyadari apa yang terjadi. Itu membuat Kullervo semakin marah dan mengutuk semua yang membuat hidupnya jadi lebih buruk.
The Story of Kullervo akan dipublikasikan oleh sebuah penerbit besar, HarperCollins. Penerbit itu menyebut Kullervo "mungkin yang paling gelap dan paling tragis dari semua karakter J.R.R. Tolkiens." Namun cerita itu diklaim bakal sangat kuat dan menarik penggemar Tolkien.
"Dengan diterbitkan The Story of Kullervo secara perdana berdasarkan draft penulis, catatan, dan esai kuliah tentang tugas yang menjadi sumber inspirasinya—The Kalevala—ini adalah batu fondasi dalam struktur dunia Tolkien," HarperCollins menjabarkan.
(rsa/vga)