Seperti diberitakan Time, pada Rabu kemarin (12/8), para penggemar Kanye meminta Presiden Amerika Serikat, Barack Obama untuk menggunakan kekuatan eksekutifnya, memaksa Kanye segera merilis album terbaru yang lama dinanti.
Suami Kim Kardashian itu akan merilis album terbaru berjudul Swish, namun belum diketahui kapan waktu pastinya. Ia baru merilis lagu berjudul All Day, pada Maret lalu. Mei, melalui Twitter Kanye mengumumkan judul albumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kanye West telah membiarkan kita kehausan untuk sekian lama," demikian tertulis dalam petisi untuk Gedung Putih. "Kami tidak mendapat lagu baru apa pun selama berbulan-bulan. Presiden harus meminta Ye untuk mengeluarkan album barunya, pada 21 Agustus."
Namun sepertinya kedekatan itu tidak berpengaruh pada profesionalisme. Secepat terbitnya, secepat itu pula Gedung Putih menurunkan petisi itu, seperti diberitakan Music Feeds. Petisi yang dirilis di situs web Gedung Putih, We The People itu dihentikan.
Situs web itu membuka kesempatan untuk petisi, namun membutuhkan administrasi dari Obama untuk merespons apa pun yang mencapai lebih dari 100 ribu tanda tangan dalam 30 hari.
Meski petisi untuk Kanye telah mencapai ribuan tanda tangan hanya dalam beberapa hari, Gedung Putih tetap langsung menghentikannya. Alasannya, petisi itu menyalahi aturan situs web. Karena itu, mungkin tidak akan ada "titah" dari Obama agar Kanye segera merilis album.
Kanye sendiri terakhir mengeluarkan album baru, pada Juni 2013, dengan tajuk Yeezus.
(rsa/rsa)