Liburan musim panas di dunia barat menjadi salah satu ajang pamer mereka. Selebriti yang terkena demam itu mengabadikan biru laut, suasana temaram senja, sampai fasilitas kolam renang mewah dengan tambahan tubuh mereka.
Biasanya mereka berfoto sembari tiduran di tepi pantai atau kolam. Ponsel atau kamera diarahkan ke pemandangan di depan. Namun seperti dituliskan New York Magazine, mereka seperti terlalu malas beranjak mendapatkan sudut pengambilan gambar yang lebih bagus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia ternyata tidak sendiri. Beberapa bulan lalu, Heidi Klum juga mengunggah foto dirinya tiduran di pasir pantai, dengan bola voli di samping kakinya. Perut rata dan paha rampingnya pun dipamerkan, berlatar pantai.
Beyonce tak mau kalah. Ia juga mengunggah foto kedua kakinya di tepi pantai. Sementara Kim Kardashian, lebih memilih memamerkan kaki ramping seksinya yang telanjang di tepi kolam renang. Sementara Kim, tampak berbaring santai mengenakan sepasang bikini cokelat dan hitam.
Bukan hanya memamerkan suasana liburan, foto seperti itu juga menjadi ajang selebriti berlomba memamerkan tubuh, terutama perut rata dan paha ramping. Foto seperti itu memang menjadi tren setahun belakangan. Paha ramping, atau thigh gap, sedang menjadi idaman wanita.
Para remaja sampai diet mati-matian demi mendapat postur paha ramping dan renggang. Beyonce bahkan dituding menyunting gambarnya dengan Photoshop demi mendapat paha renggang itu. Paradigma yang berkembang, itu seksi. Padahal tidak semua postur tubuh mendukungnya.
Sayangnya, seperti yang ditulis Mirror, akhir tahun lalu, perempuan tidak mau tahu apakah ia memiliki postur paha yang memang lebar atau ramping. Penelitian menunjukkan bahwa wanita sering membandingkan diri dengan wanita lain.
"Data kami menunjukkan ada tekanan sosial untuk menjadi ramping di perempuan Inggris," kata Profesor Sarah Grogan dari Pusat Kesehatan Psikologi Staffordshire University.
Melihat banyak perempuan lain memamerkannya, lewat selebriti yang mengunggah foto berlibur misalnya, wanita akan terobsesi mendapat postur seperti itu. Menurut para ahli, bukan hanya harus sadar dan mencintai tubuh sendiri, perempuan juga sebaiknya berhati-hati memamerkan tubuh di media sosial.
(rsa/rsa)