Diberi tajuk Festival Karnaval Khatulistiwa, perayaan ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-70 tahun akan digelar dengan gegap gempita, melalui karnaval darat dan karnaval air pada Sabtu (22/8) di Pontianak.
Tidak hanya Presiden Indonesia Joko Widodo dan artis Ibu Kota yang memeriahkan acara, kebudayaan khas Kalimantan juga unjuk gigi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tari Tempurung
2. Tari Japin Lembut
Tidak hanya Suku Dayak, etnis Tionghoa dan Melayu juga berbaur dengan rukun di Kalimantan. Tari Japin Lembut adalah kesenian yang dibawa oleh masyarakat Melayu ke Kalimantan Barat. Berasal dari Melayu, tarian ini dilakukan oleh dua pria yang menari diiringi musik gambus dari ketipung gendang berirama padang pasir dan yang disertai syair-syair Islami.
3. Tari Dayak
Tarian eksotis ini berasal dari kebudayaan Suku Dayak, suku asli di Kalimantan. Walau iramanya mengalun konsisten namun jika didengarkan terus menerus akan memompa semangat juang. Seolah tersihir, gerakan menari pun jadi senada dengan tetabuhannya. Tarian ini terinspirasi dari gerakan dan anatomi Burung Ruai dan Burung Enggang Gading yang indah.
4. Meriam Karbit
Pontianak adalah kota yang terkenal dengan mitos-mitosnya yang mistis, salah satunya adalah hantu kuntilanak. Demi mengenyahkan gangguan tersebut -dikutip dari ahli sejarah- raja pertama di Pontianak, Syarif Abdurrahman Alkadrie, meminta pasukannya untuk melakukan prosesi peletusan Meriam Karbit untuk mengusir hantu-hantu tersebut di rumahnya. Meriam Karbit sempat dilarang pada Orde Baru. Setelah Orde Baru runtuh, tradisi Meriam Karbit kembali didengungkan, biasanya selama bulan suci Ramadan di sepanjang Sungai Kapuas.
(ard/rsa)