"Seneng juga manggung di tempat terbuka seperti ini, banyak belajar, seperti melihat karakter penonton, juga mengendalikan emosi, karena kami juga kepanasan," kata Is kepada CNN Indonesia, di balik panggung. "Kami merasa terapresiasi sebenarnya, panas-panas seperti ini penonton masih datang untuk menonton," timpal Aziz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagu-lagu sendu lainnya seperti Rahasia (2012), Resah (2012), dan Menuju Senja (2012) seolah menggiring para penonton Freedom Fest larut dalam suasana senja. Kerumuman penonton Freedom Fest diperkirakan bakal memuncak selepas petang ini.
Gara-gara hujan dan angin yang semakin menggila, ketika itu, mau tak mau konser mereka harus diakhiri lebih awal. Anehnya, bertepatan saat Is mengucapkan kata perpisahan kepada penonton, hujan berhenti seketika.
"Jakarta butuh banyak acara seperti ini, karena kebanyakan acara musik adalah selingan dari acara tertentu. Padahal penonton datang untuk menikmati musik," kata Is.
"Lapangan Buperta Cibubur ini tepat sekali jadi tempat konser, selain banyak pohon yang membuat teduh, akses mudah, juga sound dapat bersuara dengan baik, orang jadinya menikmati musiknya," tambah Is.
Freedom Fest hari ke-dua ini akan diisi oleh berbagai penampilan musisi lokal, baik indie ataupun major label. Pada hari pertama kemarin (22/8), The Overtunes, Tulus, Kunto Aji, RAN, dan Maliq & D'Essential telah manggung beratapkan langit. Hari ini, dijadwalkan selain ada Payung Teduh, ada pula Sore, Afghan, dan Sheila On 7.
(end/vga)