Namun jika benar-benar ingin menjadi Taylor Swift's Squad, ada syarat tersendiri. Mengutip Inquisitr ia pernah menuturkan kepada Vanity Fair, syarat pertama adalah menyukai siapa pun yang menjadi kekasih Swift sang pentolan geng, yang saat ini adalah Calvin Harris. Swift juga ingin mereka selalu terlihat serupa.
"Itu sangat penting. Dalam setiap persahabatan, selalu ada satu atau dua perempuan yang Anda dengar orang-orang berkata, 'Dia terlihat berbeda dengan kekasihnya'. Saya tidak pernah ingin menjadi gadis itu. Jadi inilah tujuan saya: jangan pernah sekali pun menjadi orang lain demi persahabatan," tutur pelantun Blank Space itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam setiap konsernya, jika para sahabatnya itu hadir, Swift juga dikabarkan memberlakukan semacam "dress code" bagi mereka. Sumber dalam OK! Magazine bahkan mengklaim, ada permintaan yang lebih menuntut dari Swift belakangan ini.
Swift juga menegaskan tak boleh ada rahasia di antara mereka. Masing-masing dilarang saling menusuk dari belakang. Mereka juga harus ingat tanggal ulang tahun setiap anggota gengnya. "Seperti Scientology," lanjut sumber itu.
Perilaku mengontrol Swift sebenarnya sudah diakui salah satu anggota geng, Lena Dunham. Ia menyebut kekasih Calvin Harris itu seperti ibu perkemahan yang penuh aturan. "Jika ada seseorang yang berpikir ada sumpah penyihir, mungkin itu benar," ujar Dunham menambahkan.
Namun ia merasa tidak masalah. "Dia melakukan tugasnya dengan cara yang keren," tuturnya. Gigi Hadid dan Martha Hunt juga senang menjadi anggota geng Swift. Mereka merasa punya pendukung dan inspirasi dari sesamanya.
Swift sendiri pernah berkata soal aturan lain masuk gengnya. "Nomor satu, Anda harus menyukai saya. Nomor dua, Anda harus mau menghabiskan waktu bersama saya," katanya. Sebenarnya, menurutnya, semua semudah itu.
(rsa/utw)