Ternyata, itu tak serta merta membuat Reza besar kepala. Pemuda 28 tahun itu justru merasa terbebani atas capaiannya selama ini.
"Sebenarnya pernah putus asa, terutama dalam artian seharusnya menjadi aktor itu bahagia-bahagia saja, tapi kok lama-kelamaan terasa berat," kata Reza saat ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (2/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maju bukan sekadar uang atau materi. Sukses bukan sekedar itu. Tapi bagaimana kita memiliki personal touch dengan lingkungan kita," kata Reza dengan bijaksana.
Reza merayakan momen 10 tahun ia berkarya dengan melalui refleksi dari berbagai film yang telah dibintanginya. Refleksi itu galeri foto serta pemutaran film secara maraton.
Terdapat 10 film yang menjadi inspirasi dalam galeri foto yang dipajang di Plaza Indonesia. Mulai Perempuan Berkalung Sorban, Test Pack, The Mirror Never Lies, 3 Hati 3 Dunia 1 Cinta, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Habibie & Ainun, Kapan Kawin, Pendekar Tongkat Emas, Guru Bangsa Tjokroaminoto, sampai 3 Srikandi.
Sementara film yang diputar adalah Test Pack, Kapan Kawin, Pendekar Tongkat Emas, Habibie & Ainun, dan Guru Bagsa Tjokroaminoto.
Awalnya, Reza mengaku perayaan sepuluh tahun dirinya ini bukan dalam bentuk pagelaran.
"Tadinya saya ingin menulis buku tentang film-film yang pernah saya bintangi. Namun akhirnya jadinya seperti ini. Cukup mengejutkan sebenarnya," kata Reza. "Kalau buku tetap lanjut sepertinya, nanti jadi kado untuk ulang tahun ibu saya dua tahun lagi."
(rsa/utw)