Salah satu yang menyindir perilaku musisi muda saat ini ialah vokalis band lawas The Pretenders, Chrissie Hynde. Dilansir dari NME pada Kamis (10/9), ia menyatakan kecewa dengan banyak musisi muda yang menyatakan seorang feminis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hynde berbicara banyak mengenai kekerasan seksual karena mengaku pernah menjadi korban saat umur 21 tahun. Ketika itu ia diperkosa oleh sekelompok anggota geng motor dalam sebuah rumah kosong.
Dalam wawancara koran Inggris The Sunday Times beberapa waktu yang lalu, Hynde mengaku menyesal karena berpakaian tidak layak sehingga bisa menjadi korban kekerasan seksual.
"Jika saya berpakaian lebih layak, mungkin kekerasan seksual itu menjadi murni kesalahan mereka. Tapi ini juga merupakan kesalahan saya yang berpakaian provokatif pada saat itu," kata Hynde.
Pernyataan Hynde itu tentu saja menyulut kritik, karena banyak orang yang tidak setuju jika korban kekerasan seksual disalahkan.
Ketika ikonfirmasi oleh The Washington Post, Hynde mengatakan kalau pernyataannya adalah hal yang lumrah.
"Itu adalah hal yang lumrah. Jika anda tidak menyukai komentar saya, jangan mintai saya komentar," ujar Hynde. (ard/ard)