Dalam wawancaranya dengan stasiun radio Lazer 103,3 pada Sabtu (19/9), Taylor mengatakan ia tidak yakin jika kalau pengusaha dan bintang acara realitas televisi itu memimpin AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika AS berjalan ke arah yang baru dengan cara seperti itu, saya lebih baik bermigrasi," ujar Taylor.
Taylor hanya satu dari sekian banyak orang yang tidak akan menyumbangkan suaranya untuk Trump. Belum lama ini, pria berambut putih itu tengah disorot karena pernyataanya saat debat menyebut Presiden Barack Obama sebagai seorang muslim
Trump memang tak pernah berhenti melontarkan pernyataan kontroversi dan cenderung rasial. Dia mengatakan bahwa Obama bukanlah orang AS, karena tak pernah lahir di negara tersebut.
Obama sendiri adalah seorang Kristen dan dikatakan termasuk rutin ke gereja.
Pernyataan bernada rasial dan salah inilah yang mengundang komentar dari rivalnya di Partai Republik, Senator Lindsey Graham. Dia menyatakan Trump sudah melewati garis batas, dan seharusnya mengoreksi pernyataanya.
"Jika saya Donald Trump, saya akan pergi di televisi nasional dan mengatakan 'saya ditangani dengan buruk dan saya akan meminta maaf untuk itu'," ucapnya.
Selain sibuk berkarya dengan Slipknot, saat ini Corey juga sibuk mempromosikan buku terbarunya yang berjudul You're Making Me Hate You: A Cantankerous Look At The Common Misconception That Humans Have Any Common Sense Left. Buku tersebut resmi dirilis sejak 7 Juli lalu.
Dalam promosinya, Corey menggelar acara diskusi yang diakhiri dengan penampilannya membawakan lagu-lagu dari band keduanya, Stone Sour.
You're Making Me Hate You berisi tulisan opini Corey tentang isu-isu hangat yang sedang terjadi hingga cerita hantu yang dialaminya saat tengah konser bersama bandnya.
Sebelum buku You're Making Me Hate You, Corey juga telah merilis dua buku, yaitu Seven Deadly Sins (2010) dan A Funny Thing Happened On The Way To Heaven (2013). (ard/ard)