"Kami merekomendasikan untuk menonton film ke-empat, ke-lima, dan ke-enam terlebih dahulu, baru mulai kembali dari film pertama hingga ke-tiga. Sebelum menonton yang ke-tujuh ini," kata Georgina Joseph, Corporate Communication dari Disney South East Asia kepada CNN Indonesia di World Trade Center Sudirman, pada Selasa (22/9).
Star Wars the Force Awakens yang dijadwalkan rilis secara global pada 16 Desember nanti merupakan serial ke-tujuh dari waralaba Star Wars. Tetapi film ini adalah yang pertama dari trilogi Star Wars sejak Disney memiliki hak distribusi film legendaris tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelahnya, tontonlah film ke-lima Star Wars: The Empire Strikes Back, yang dirilis pada 1980. Kisah dalam film ini berlangsung tiga tahun setelah pemberontakan oleh Princess Leia. Saat itu, Galactic Empire dipimpin oleh seorang yang kejam bernama Darth Vader.
Loncat ke seri pertama, The Phantom Menace. Star Wars yang dibuat mendekati era moderen ini dirilis pada 1999. Film ini mengisahkan perjalanan kesatria Jedi, Qui-Gon Jinn dan muridnya Obi-Wan Kenobi, mencari tempat baru yang damai dari perselisihan penguasa antar planet.
Seri ke-dua, Attack of the Clones adalah kelanjutan dari seri The Phantom Menace, meski kisah berjarak sepuluh tahun setelahnya. Dalam film buatan 2002 ini, galaksi berada di ambang Perang Sipil. Di film ini, ribuan planet menginginkan untuk merdeka dari sistem Galaksi.
Terakhir, penonton harus melihat seri ke-tiga Star Wars, yang berlatar tiga tahun setelah Perang Koloni. Kesatria Jedi menyebar ke seluruh galaksi memimpin tentara koloni untuk perang melawan para separatis. Film ini rilis pada 2005.
"Ini untuk lebih memahami jalan cerita yang ada," kata Georgia.
The Force Awakens sendiri masih memiliki hubungan dengan Return of the Jedi, yang memiliki rentang 30 tahun setelahnya. Dalam film ini, karakter yang dimunculkan masih ada kaitannya dengan tiga film awal Star Wars.
(end/vga)