Ia terus menelurkan cerita-cerita sampingan tentang beberapa karakter di dunia Harry Potter. Hal tersebut dimaksudkan agar penggemar tetap bisa mengekplorasi lebih dalam cerita yang sudah tamat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria itu punya nama panggilan The Potterer yang kemudian dipendekkan menjadi Potter. Pria bernama asli Linfred of Stinchcombe itu tinggal di lingkungan Muggle dan cukup dihormati. Tetangga sering meminta bantuan obat-obatan kepada Potter.
"Tak seorang pun dari mereka yang menyadari bahwa obat luar biasa yang Linfred ciptakan adalah sihir," tulis Rowling dalam situs untuk penggemar Harry Potter tempat ia menuliskan lanjutan ceritanya.
Di balik rumahnya, Potter bereksperimen dengan berbagai ramuan. Racikannya bahkan masih digunakan hingga kini, seperti Skelegro dan Pepperup Potion. Potter menjual ramuan-ramuan seperti itu ke penyihir lain. Ia pun kaya raya hingga punya cukup emas untuk diwariskan kepada ketujuh anaknya sampai ia meninggal.
"Anak pertama Linfred, Hardwin menikah dengan penyihir muda dan cantik bernama Lolanthe Peverell, dari desa Godric Hollow," Rowling menerangkan. Peverell merupakan cucu dari Ignotus Peverell, yang memiliki aset berupa jubah ajaib.
Penggemar Harry Potter pasti tahu, jubah itu adalah yang dikenakan Harry untuk menyelinap bersama sahabat-sahabatnya karena tembus pandas dan bisa menyembunyikan orang di baliknya. Harry mendapat jubah itu dari warisan ayahnya.
Karena tak ada keturunan laki-laki, Peverell yang merupakan anak tertua akhirnya mendapat warisan dari sang kakek Ignotus, berupa jubah ajaib. Peverell berkata pada suaminya untuk tetap merahasiakan jubah itu dan mewariskannya pada yang tertua.
"Sejak saat itu, jubah pun diwariskan turun temurun ke anak tertua keluarga itu dalam setiap generasi," tulis Rowling lagi, sampai akhirnya jubah jatuh ke tangan Harry Potter.
(rsa/rsa)