Kondisi itu diakui Jessica Kholinne, salah satu komikus muda Indonesia yang bakatnya pernah diajak kerja sama oleh Marvel dan DC. Menurutnya, respons pemburu talenta asing yang memakai jasa komikus Indonesia, sangat bagus.
"Bagus mereka melihat Indonesia untuk scouting talent," tutur Jessica pada CNN Indonesia saat ditemui di kantornya, studio Stellar Labs, kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun itu tidak terlalu merepresentasikan Indonesia. "Agak susah ya. Apa yang bikin ciri khas kita ketahuan," kata Jessica. Ia berpikir, cerita tradisional seperti Kerajaan Majapahit atau lainnya memang amat Indonesia.
Namun jika orang atau negara lain riset dengan sedikit lebih mendalam, mereka juga akan bisa membuat komik dengan cerita itu. "Contohnya kita, cerita Ramayana dan Mahabarata itu kan versi Hindu. Tapi kita bisa tahu persis."
Karena itu Jessica menyimpulkan, menggali karakter atau membuat ciri khas hanya melalui cerita tidak akan cukup untuk "menjual" Indonesia. Baginya, asal nama Indonesia bisa bersanding dengan talenta asing pun cukup.
"Kalau saya mengerjakan Marvel, colorist-nya tetap akan saya, orang Indonesia, tidak bisa tiba-tiba jadi orang Amerika. Itu harusnya jadi kebanggaan kita," ucap Jessica.
Ia melanjutkan, di mana pun berada secara sadar atau tidak karakter Indonesia akan mengikuti. "Misalnya kita mewarnai karpet. Tanpa sadar kita mewarnai dengan motif karpet yang banyak dijual di jalanan Indonesia."
"Dulu saya juga kenal penciller DC, yang kalau baca komiknya, ada papan iklan berbahasa Indonesia. Kita bisa masukkan itu secara sadar atau tidak. Misalnya ada gambar orang di meja dan ada peta. Yang difokuskan peta Indonesia. Hal-hal kecil seperti itulah," ujar Jessica.
Menurutnya, itu lebih bisa membuat Indonesia membanggakan ketimbang hanya berkutat dalam pencarian karakter yang tak kunjung berujung. (rsa/vga)