Namun putri Walker, Meadow masih "penasaran" dengan peristiwa kecelakaan mobil yang merenggut nyawa sang ayah. Diberitakan Reuters, Meadow menggugat Porsche atas kematian Walker. Saat meninggal, Walker dan salah satu kawannya tengah mengendarai itu.
Menurut catatan, Meadow menggugat perusahaan mobil di Los Angeles atas kecelakaan di California 2013 lalu, karena ada masalah pada fitur keamanan mobil. Jika itu baik-baik saja, seharusnya imbas kecelakaan bisa diminimalisasi dan Walker masih akan selamat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gugatan yang disampaikan Meadow menyebutkan, mobil tipe itu punya riwayat ketidakstabilan dan masalah kontrol. Desain sabuk pengaman di mobil itu juga menyebabkan penahan di bahu tertarik bersama kompartemen mesin belakang sementara penahan kursi tetap di tempat.
Dalam posisi itu, Walker masih hidup. Namun ia susah bergerak. Sampai akhirnya, kendaraan meledak sekitar satu menit kemudian.
"Jika tidak ada cacat ini di Porsche Carrera GT, Paul Walker akan tetap hidup hari ini," lanjut gugatan yang diajukan putri Walker.
Reuters berusaha menghubungi Porsche sejak Senin (28/9), namun tidak berhasil mendapat respons. Namun kuasa hukum perusahaan mobil asal Jerman itu mengatakan pada April lalu, Rodas disalahkan dalam pengadilan tahun lalu.
Saat itu, gugatan juga diajukan terhadap perusahaan mobil di Amerika Utara. Pengacara juga membantah Porsche cacat fitur keamanan.
Walker meninggal pada usia 40 tahun. Kematiannya menyentak publik dunia, bukan hanya Hollywood. Ia yang masih di tengah pengerjaan Furious 7 menyebabkan produksi film itu sempat terhenti sejenak. Akhirnya film dilanjutkan dengan meminjam tubuh adiknya, Cody.
Kepolisian Los Angeles sudah pernah mengeluarkan hasil penyidikan bahwa yang patut disalahkan dalam kecelakaan itu adalah kecepatan mengemudi yang tidak dalam batas aman. Penyidik juga sudah berkonsultasi dengan teknisi dari Porsche terkait keamanan mobil. (rsa/vga)