Dilansir dari The Guardian, tiket Glastonbury 2016 habis dalam waktu 30 menit sejak layanan penjualan tiket dibuka, pada Minggu (4/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekali lagi kami terkejut dengan antusiasme orang-orang di dunia yang ingin datang ke Glastonbury, sehingga tiket terjual dengan cepat," kata pihak Glastonbury dalam keterangan resmi.
Menjelang penjualan tiket, tagar #GlastonburyTickets menjadi trending topic di Twitter sejak Minggu pagi.
Saat penjualan tiket melalui situs web resmi Glastonbury dibuka, pihak Glastonbury menyarankan agar calon pengunjung tidak membuka tab browser terlalu banyak dan me-refresh laman terlalu sering, karena akan mengakibatkan sistem melambat.
"Saya berdoa kepada Dewa Server saat ini," kata pengguna Twitter bernama akun @thurzy yang menyertakan unggahan foto situs Glastonbury yang tidak bisa diakses.
Hampir 15 menit situs web Glastonbury tidak bisa diakses, hingga kemudian situs web menyatakan permohonan maaf karena tiket sudah habis terjual.
Beberapa orang yang beruntung mendapatkan tiket Glastonbury mengatakan mereka menggunakan sinyal telepon genggam 4G saat mengakses situs web tersebut.
"Pemesanan tiket paling mudah. Saya menggunakan sinyal 4G dan kini mendapatkan tiket. Saatnya menikmati kopi dan bacon," tulis @gelsominatweets.
Selain semakin cepat habis, tiket Glastonbury juga mengalami kenaikan harga setiap tahunnya.
Tiket Glastonbury 2016 dijual dengan harga US$346 (setara Rp4,9 jutaan). Harga tersebut belum termasuk biaya pemesanan seharga US$7 (setara Rp101 ribuan). Harga tersebut tidak berlaku alias gratis untuk anak kecil di bawah umur 12 tahun.
Bagi para calon pengunjung yang tidak mendapatkan tiket masih bisa berharap pada April tahun depan, saat pihak Glastonbury kembali menjual tiket yang tidak dibayarkan.
Festival musik ini memang masuk dalam daftar impian para penggemar musik, karena selalu menampilkan musisi yang sedang digandrungi.
Sang kreator, Michael Eavis, mengatakan kalau pihaknya telah merencanakan penampil di Glastonbury untuk dua tahun ke depan.
Setelah 2017, Eavis mengatakan Glastonbury akan ditiadakan sementara.
(ard/vga)