Politisi dari Partai Konservatif ini mengatakan hal tersebut saat diwawancarai oleh The Guardian, belum lama ini. Dalam wawancara tersebut, Osborne juga mengatakan masih menggemari NWA sampai sekarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak menyangka kalau pertemuan itu akan menjadi sangat berarti. Kami sama-sama meniti karier dari awal," ujar Osborne.
"Lagu tersebut dimulai dengan huruf F, tapi saya tidak akan mengucapkannya lebih lanjut," kata Osborne. Tentu saja lagu yang dimaksud Osborne berjudul Fuck Tha Policem yang dirilis, pada 1988.
Osborne mendeskripsikan Dr. Dre sebagai sosok yang menyenangkan dan cerdas.
"Ia pantas berada di posisinya sekarang karena telah bekerja keras sejak awal," ujar Osborne.
Tidak hanya menggemari NWA, diketahui dari pemberitaan Daily Mail, beberapa waktu lalu, Osborne juga menggemari banyak musisi lain, seperti Sufjan Stevens.
Saat melakukan aktivitas politiknya, Osborne bahkan mendengarkan karya komposisi Sebastian Bach.
"Ketika menulis teks pidato, saya sering mendengarkan komposisi Bach," ujar Osborne.
Sebagai politisi, Osborne memang tidak melarang keluarganya untuk mendengarkan musik. Anak perempuannya bahkan mulai menyukai musik. Salah satu musisi yang disukainya adalah Taylor Swift.
"Anak saya tidak ingin ditemani menonton konser Swift. Katanya, kehadiran saya membuatnya terlihat tidak keren," kata Osborne sambil tersenyum.
Osborne bukanlah satu-satunya politisi yang menggemari musik. Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron menyukai The Smiths dan mantan PM Inggris Gordon Brown menyukai Arctic Monkeys.
[Gambas:Youtube] (ard/vga)